TERUMBU KARANG DAN MANFAATNYA
Terumbu
karang terdiri dari dua kata, yaitu terumbu dan karang. Terumbu dapat diartikan
sebagai sebuah endapan batu kapur (kalsium karbonat), yang dihasilkan oleh hewan
karang dan biota-biota lain. Karang dapat diartikan sebagai sejenis hewan yang
berasal dari ordo Scleractinia yang
mampu menyekresi kalsium karbonat. Selanjutnya, hewan itu dikenal dengan
sebutan karang tunggal atau polip.
Terumbu
karang adalah ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh
biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis-jenis karang batu dan alga
berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti
jenis-jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan
tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya,
termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton.
|
Tipe - Tipe Terumbu Karang :
1. Terumbu Karang Tepi (fringing reefs)
Terumbu
karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari
pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter
dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam
proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan
adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau.
Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal.
Contoh: Bunaken (Sulawesi), P. Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).
2. Terumbu karang penghalang (barrier
reefs)
Terumbu
karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.52 km ke
arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang
membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan
kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau
benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh: Great
Barrier Reef (Australia), Spermonde (Sulawesi Selatan), Banggai Kepulauan
(Sulawesi Tengah).
3. Terumbu karang cincin (atolls)
Terumbu
karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik
yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Menurut
Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang
penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate
(Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), dan Mapia (Papua).
4. Terumbu karang datar/gosong terumbu
(patch reefs)
Terumbu
karang yang berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif
dangkal dan tumbuh dari dasar pemukaan laut hingga atas permukaan laut. Terumbu
karang sejenis ini bisa kalian temukan di Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) dan
Kepulauan Ujung Batu (Aceh)
Fungsi, Manfaat dan Peran Terumbu Karang terhadap sistem perikanan
Terumbu
karang merupakan ekosistem laut dangkal tropis yang paling kompleks dan
produktif. Terumbu karang juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap
perubahan lingkungan, namun tekanan yang dialaminya semakin meningkat seiring
dengan penambahan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.
Tingginya tekanan ini diakibatkan oleh banyaknya manfaat dan fungsi yang
disediakan oleh terumbu karang dengan daya dukung yang terbatas, sedangkan
kebutuhan manusia terus bertambah sepanjang waktu.
Secara
alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk
melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan
(feeding & foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai
ekonomis penting. Banyaknya spesies makhluk hidup laut yang dapat ditemukan di
terumbu karang menjadikan ekosistem ini sebagai gudang keanekaragaman hayati
laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati
menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang
diperlukan di bidang medis dan farmasi.
Manfaat
Terumbu Karang :
1. Sumber makanan ikan dan makanan laut lainnya
yang mengandung protein tinggi.
2. Melindungi pantai dan penduduk dari
hantaman ombak dan arus.
3. Sumber penghasilan bagi nelayan
(tangkapan ikan).
4. Kekayaan pariwisata bahari yang berdaya
jual tinggi (menyelam, snorkeling).
5. Sumber kekayaan laut yang bisa
digunakan sebagai obat-obatan alami.
6. Sebagai laboratorium alam untuk
pendidikan dan penelitian.
Sumber : yukiwaterfilter.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar