Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena
adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah, salinitas
tanahnya yang tinggi, serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air
laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini,
dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati
proses adaptasi
dan evolusi.
Salah satu fungsi utama hutan bakau atau mangrove
adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau
pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami. Di Indonesia,
sekitar 28 wilayah rawan terkena tsunami karena hutan bakau/mangrove sudah
banyak beralih fungsi menjadi tambak, kebun kelapa sawit dan alih fungsi lainnya.
Ini beberapa contoh manfaat Bakau / Mangrove yang di kembangkan oleh BPHM
Wilayah I :
1. Bahan pangan pengganti beras maupun untuk tepung kue dari buah Lindur (Bruguiera gymnorrhiza).2. Bahan minuman sirup, dodol, selain dan puding dari buah Pidada (Sonneratia caseolaris).
3. Bahan pembuat sabun dari buah Pidada (Sonneratia caseolaris).
4. Bahan tepung kue dari buah Api-api (Avicennia sp).
5. Bahan kosmetik (lulur dingin) dari buah Nyirih (Xylocarpus granatum).
6. Bahan baku alkohol, cuka dan gula merah dari buah Nipah (Nypa fruticans).
7. Bahan pewarna pakaian dari kulit kayu bakau (Rhizophora mucronata), Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) dan Mentigi (Ceriops tagal).
LUAS DAN PENYEBARAN
Hutan-hutan bakau
menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa
di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. Luas hutan bakau Indonesia
antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi
Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding
dkk, 1997 dalam Noor dkk, 1999).
Luas bakau di Indonesia
mencapai 25 persen dari total luas mangrove dunia. Namun sebagian kondisinya
kritis. Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan
Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara
sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra,
dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini
telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.
Di bagian timur
Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang
masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar
Teluk Bintuni.
Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan
bakau Indonesia.
LINGKUNGAN FISIK DAN
ZONASI
Jenis-jenis tumbuhan hutan
bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi-variasi lingkungan fisik di atas,
sehingga memunculkan zona-zona vegetasi tertentu. Beberapa faktor lingkungan fisik tersebut
adalah sebagai berikut :
Jenis tanah
Sebagai wilayah pengendapan,
substrat di pesisir bisa sangat berbeda. Yang paling umum adalah hutan bakau
tumbuh di atas lumpur tanah liat bercampur dengan bahan organik. Akan
tetapi di beberapa tempat, bahan organik ini sedemikian banyak proporsinya;
bahkan ada pula hutan bakau yang tumbuh di atas tanah bergambut.
Substrat yang lain adalah
lumpur dengan kandungan pasir yang tinggi, atau bahkan dominan pecahan karang, di
pantai-pantai yang berdekatan dengan terumbu
karang.
Terpaan ombak
Bagian luar atau bagian
depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut terbuka sering harus mengalami
terpaan ombak yang keras dan aliran air yang kuat. Tidak seperti bagian
dalamnya yang lebih tenang.
Yang agak serupa adalah
bagian-bagian hutan yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai, yakni
yang terletak di tepi sungai. Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak
begitu tinggi, terutama di bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau
juga merupakan salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar.
Penggenangan
oleh air pasang
Bagian luar juga mengalami
genangan air pasang yang paling lama dibandingkan bagian yang lainnya; bahkan
kadang-kadang terus menerus terendam. Pada pihak lain, bagian-bagian di
pedalaman hutan mungkin hanya terendam air laut manakala terjadi pasang
tertinggi sekali dua kali dalam sebulan.
Menghadapi variasi-variasi
kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk zonasi vegetasi
mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar yang terpapar
gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.
BEBERAPA JENI BAKAU /
MANGROVE
Beberapa contoh Bakau /
Mangrove dan tempat tumbuhnya :
1.
Rhizophora
apiculata dan R. mucronata
tumbuh di atas tanah lumpur.
3.
Api-api hitam (Avicennia
alba) tumbuh di bagian laut yang lebih tenang di zona terluar atau zona
pionir.
4.
R. Mucronata, jenis-jenis kendeka
(Bruguiera spp.) dan kaboa (Aegiceras
corniculata) terdapat di bagian lebih ke dalam.
5.
nipah (Nypa fruticans),
pidada (Sonneratia caseolaris) dan bintaro
(Cerbera spp.) terdapat di dekat tepi sungai yang lebih tawar airnya.
6.
nirih (Xylocarpus
spp.), teruntum
(Lumnitzera racemosa), dungun (Heritiera littoralis) dan kayu buta-buta (Excoecaria
agallocha) terdapat di bagian yang lebih kering di pedalaman hutan
didapatkan.
Sumber : Wikipedia

