Kamis, 19 Februari 2015

RAGAM JENIS FICUS DI COBAN TRISULA TN BROMO TENGGER SEMERU


BERAGAM JENIS FICUS DI COBAN TRISULA KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU


Kekayaan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di indonesia tidak lepas dari beragamnya ribuan bahkan jutaan spesies tumbuhan yang ada, Indonesia merupakan Negara yang sekarang menempati posisi ke 8 dunia dengan hutan terluas, tumbuha berbagai macam tumbuhan di setiap klasipikasi tempat tumbuh berdasarkan ketinggian dan iklim. Di seluruh pulau dan tiap tiap daerah banyak terdapat tumbuhan endemik berhabitat di daerah itu, sala satu contohnya adalag Ficus minahassae yang merupakan tumbuhan yang menjadi maskot Sulawesi Utara. Pohon langusei yang masih berkerabat dekat dengan beringin (Ficus benjamina) ini telah di tetapkan menjadi flora identitas Sulawesi Utara. Lannguseii mendampingi Tarsius yng di tetapkan menjadi fauna identitas Sulawesi Utara.

Ficus adalah genus tumbuh tumbuhan yang secara alamiah tumbuh di daerah tropis dengan sejumlah spesies hidup di zona ugahari. Terdiri dari sekitar 850 spesies, jenis jenis fius ini dapat berupa pohon kayu, semak, tumbuhan menjalar dan epirit serta hemi epirit dalam  familia moraceae. secara umum jenis jenisnya di kenal sebagai ara, pohon ara atau kayu ara (mink kayu aro sd ki ara bahasa inggris fig trees atau figh). pohon tin (common fig, ficus benjamina) adalah spesies yang banyak di temukan di daerah asia batat daya, timur tengah dan sekitar lauttengah (dari afganistan sampai prtugal), dan di budayakan sejak jaman purba karena buahnya. Buah yang di hasilkan kebanyaka spesies dapat  di makan, meskipun hanya mempunyai nilai ekonomi local. Namun, buah buah ini umumnya merupakan sumber makan yang penting bagi banyak hewan liar. Pohon pohon ara juga berperan penting dalam kebudayaan baik secara nilai religinya, sperti halnya pohon beringin (Ficus benjamina) dan pohon bodhi (Ficus religiosa), maupun banyak kegunaan praktis yang di hasilkan.

Coban trisula merupakan kawasan yang masuk pengelolaan resort PTN Coban Trisula lingkup seksi, PTN Wilayah II ini terdapat beragam tumbuhan berdasarkan genus dan familynya. Salah satu genus yang banyak mendominasi di kawasan ini yaitu Ficus, pohon ficus banyak tersebar di sekitar jalan kantor resort dan juga jalan menuju air terjun Coban Trisula.

dari hasil inventarisasi bersama pakarnahli botani dari LIPI Bogor di kawasan Resort PTN Coban Trisula terdapat berbagai macam jenis ficus, diantaranya :

1. Ficus fistulosa




foto by idang

Divisi  : Magnoliophyta
Kelas   : Magnoliophyta
Bangsa : Urticales
Suku : Moraceae
Marga : Ficus
Jenis : Ficus fistulosa Reinw ex BI
Nama Daerah : Beunjing (Sd)

Pohon hingga 20 m dan 21 cm dbh dan diameter 25 cm. Batang dengan getah putih, ranting sering hampa, stipula sekitar 10 mm,gundul, alternative daun, sederhana, penni-untuktripil-urat,gundul. Buah berukuran 10 mm diameter, kuning - coklat, bulat, berdaging buah ara di tempatkan dalam bundle bersama ranting dan batang.

2. Ficus fumila





foto by idang

Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliophyta
Bangsa : Urticales
Suku : Moraceae
Marga : Ficus
Jenis : Ficus pumilia

Ficus pumila termasuk tanaman penyerap polusi tanaman penghalang yang mampu menyerap debu, butiran halus pada kotoran akan menemper pada daun yang kemudian luruh saat di guyur hujan.

3. Ficus sinuata





foto by idang
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliophyta
Bangsa : Urticales
Suku : Moraceae
Marga : Ficus
Jenis : Ficus sinuate Thunb.sssp. cuspidate
Nama Daerah : Darangan

4. Ficus verens

      



foto by idang
Divisi : Magnoliphyta
Kelas : Magnoliphyta
Bangsa : Urticales
Suku : Moraceae
Marga : Ficus
Jenis : Ficus virens W.A.T

Ficus virens adalah tanaman dari genus ficus di temukan di India, Asia Tenggara, melalui Malayasia dan Australia Utara. Nama umum adalah putih gambar, yang di kenal secara lokal sebagai pilkhan dan di gun-djeihmi bahasa itu di sebut borndi. Seperti banyak buah ara buah buahan yang bisa di makan, sala satu spesies yang paling terkenal dari pohon ini adalah Curtain Fig Tree dari Atherton Tableland, dekat Cairns, sebuah atraksi populer.

Ini adalah pohon berukuran sedang yang tumbuh hingga 24 - 27 m di New Delhi dan sampai 32 m tinggi di daerah daerah basah. Pohon ini adalah ara milik kelompok pohon yang di kenal sebagai buah ara pencekik, yang karena bijinya dapat berkecambah di pohon lain tumbuh mencekik dan akhirnya membunuh pohon inang. Pohon ini telah menjadi populer sebagai pohon jalan di sekitar kota - kota New Delhi dan Noida. 

Ini memiliki dua periode pertumbuhan yang di tandai dalam lingkungan India, dalam musim semi (Februari sampai awal Maret) dan saat musim hujan (Juni sampai awal September). Daun baru berwarna indah merah muda dan sangat menyenangkan untuk di lihat. Ini juga merupaka jenis pohon yang sangat besar dimana ukuran mahkota kadang - kadang dapat melebihi ketinggian pohon, pohon tertua dan terbesar di Delhi dapat di lihat didalam komplek makam Humayuns.

5. Ficus vulva






foto by idang

Selain jenis Ficus di atas, di kawasan Resort Coban Trisula dimungkinkan masih terdapat berbagai macam jenis ficus lainnya, hasil inventarisasi ini dilakukan pada lokasi - lokasi tertentu yang lokasinya sangat mudah di jangkau.

Kawasan seperti Resort Coban Trisula merupakan tempat dimana terdapat perkembangbiakan berbagai macam kekayaan Sumber Daya Alam Hayati yang masih banyak orang belum tahu akan jenis dan kegnaannya, kegiatan berasaska kelestarian dan didukung dengan pengelolaan berbasis konservasi perlu di lakukan untuk kelangsungan hidup flora dan fauna yang ada.




Sumber : Alberh Widodo
(TN Bromo Tengger Semeru)

          

Senin, 16 Februari 2015

MENYELAM DI TIMUR INDONESIA


TEMPAT MENYELAM DI INDONESIA




Berikut ini merupakan tempat untuk menyelam terbagus di indonesia bagian timur  yang harus kalian coba, bagi para penyelam sejati nyesel kalo kalian tidak mencoba menyelam di tempat - tempat berikut ini : :-).

1. Raja Ampat

Raja ampat dikenal dengan surganya wisata penyelam, perairan di kepulauan Raja Ampat ( Papua Barat ) ini di akui sebagai sala satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia dengan pertimbangan kelengkapan flora dan fauna bawah laut saat ini. Disana di temukan ratusan jenis karang, sempat di identifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu. Fauna bawah lautnya sangat beragam, dapat di temuin mulai dari ikan paus hingga ikan nemo. Di beberapa tempat seperti Salawati, Batanta dan Waigeo juga dapat terlihat ikan dugong atau ikan duyung.

yang menarik,karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus kencang, hal ini memungkinkan para penyelam untuk melakukan drift dive ( menyelam dengan mengikuti arus yang kencang ) pada air laut yang jernih sekaligus menerobos kumpulan ikan.

2. Alor Nusa Tenggara Timur ( NTT )

Alor menjadi sala satu tempat penyelaman yang baik untuk pemula, pemandangannya yang indah diisi oleh fauna semacam ikan paus, hiu, pari, sampai ikan - ikan kecil. Disana para penyelam dapat menemukan kontur terumbu karang yang berbeda - beda.

3. Pulau Komodo 

Tempat untuk menyelam banyak di antaranya yang belum terjamah, pada hari - hari biasa suhu air laut bisa sekitar antara 27 derajat sampai 30 derajat. Saat itu di beberapa titik selam suhu bisa turun sampai 18 derajat, lautnya berwarna cerah sehingga anda dapat melihat dalam jarak pandang hingga 50 meter, dengan lebih dari 1200 spesies laut yang berbeda, kepulauan komodo telah menjadi sala satu tempat terbaik menyelam.

4. Morotai

Keistimewaan Morotai sebagai lokasi penyelaman ialah kapal karam ( ship wreck) di lautnya. Disana para penyelam dapat menikmati pesona biota bawah laut yang menjadikan kapal karam ini se bagai rumah mereka.

5. Biak / Kawasan Padaido

Di pulau padaido para penyelam dapat menikmati pengalaman menyelam di goa bawah laut smbil melihat sia - sia peninggalan bekas perang dunia II yang menyebar hingga Pulau Yapon berupa bangkai - bangkay kapal karam, pesawat hingga tank.

6. Wakatobi 

Di wakatobi terdapat empat temat pulau yang yang beberapa area laut di kepulauannya juga termasuk luas dan memiliki biota laut yang indah. Wakatobi juga memiliki klebihan tersendiri, yaitu tempat nya relatif lebih terjangkau di antara yang lainnya.

7.Banda Neira

Banda Naera ini termasuk sala satu yang belum banyak terjamah, padahal banyak biota laut yang dapat dinikmati di sini dengan terumbu karang yang masih segar dan jarak penglihatan di dalam laut hingga 40 meter, selain itu air di laut Banda Neira ini masih jernih, belum ada partikel yang membuatnya keruh. Bagi para penyelam haru merasakan sensasi menyelam di Banda Neira ini.


Semoga bermanfaat untuk kalian para penyelam semua.:-).




Sumber : Kompas.com




Minggu, 14 Desember 2014

HUTAN BAKAU / MANGROVE




HUTAN BAKAU / MANGROVE



Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah, salinitas tanahnya yang tinggi, serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

FUNGSI BAKAU / MANGROVE

Salah satu fungsi utama hutan bakau atau mangrove adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami. Di Indonesia, sekitar 28 wilayah rawan terkena tsunami karena hutan bakau/mangrove sudah banyak beralih fungsi menjadi tambak, kebun kelapa sawit dan alih fungsi lainnya.
Ini beberapa contoh manfaat  Bakau / Mangrove yang di kembangkan oleh BPHM Wilayah I :
1. Bahan pangan pengganti beras maupun untuk tepung kue dari buah Lindur (Bruguiera gymnorrhiza).
2. Bahan minuman sirup, dodol, selain dan puding dari buah Pidada (Sonneratia caseolaris).
3. Bahan pembuat sabun dari buah Pidada (Sonneratia caseolaris).
4. Bahan tepung kue dari buah Api-api (Avicennia sp).
5. Bahan kosmetik (lulur dingin) dari buah Nyirih (Xylocarpus granatum).
6. Bahan baku alkohol, cuka dan gula merah dari buah Nipah (Nypa fruticans).
7. Bahan pewarna pakaian dari kulit kayu bakau (Rhizophora mucronata), Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) dan Mentigi (Ceriops tagal).

LUAS DAN PENYEBARAN

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 dalam Noor dkk, 1999).
Luas bakau di Indonesia mencapai 25 persen dari total luas mangrove dunia. Namun sebagian kondisinya kritis. Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.
Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.

LINGKUNGAN FISIK DAN ZONASI
Jenis-jenis tumbuhan hutan bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi-variasi lingkungan fisik di atas, sehingga memunculkan zona-zona vegetasi tertentu. Beberapa faktor lingkungan fisik tersebut adalah sebagai berikut :
Jenis tanah
Sebagai wilayah pengendapan, substrat di pesisir bisa sangat berbeda. Yang paling umum adalah hutan bakau tumbuh di atas lumpur tanah liat bercampur dengan bahan organik. Akan tetapi di beberapa tempat, bahan organik ini sedemikian banyak proporsinya; bahkan ada pula hutan bakau yang tumbuh di atas tanah bergambut.
Substrat yang lain adalah lumpur dengan kandungan pasir yang tinggi, atau bahkan dominan pecahan karang, di pantai-pantai yang berdekatan dengan terumbu karang.
Terpaan ombak
Bagian luar atau bagian depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut terbuka sering harus mengalami terpaan ombak yang keras dan aliran air yang kuat. Tidak seperti bagian dalamnya yang lebih tenang.
Yang agak serupa adalah bagian-bagian hutan yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai, yakni yang terletak di tepi sungai. Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak begitu tinggi, terutama di bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau juga merupakan salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar.
Penggenangan oleh air pasang
Bagian luar juga mengalami genangan air pasang yang paling lama dibandingkan bagian yang lainnya; bahkan kadang-kadang terus menerus terendam. Pada pihak lain, bagian-bagian di pedalaman hutan mungkin hanya terendam air laut manakala terjadi pasang tertinggi sekali dua kali dalam sebulan.
Menghadapi variasi-variasi kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk zonasi vegetasi mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar yang terpapar gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.
BEBERAPA JENI BAKAU / MANGROVE
Beberapa contoh Bakau / Mangrove dan  tempat tumbuhnya :
1.      Rhizophora apiculata dan R. mucronata tumbuh di atas tanah lumpur.
2.      Rhizophora stylosa dan perepat (Sonneratia alba) tumbuh di atas pasir berlumpur.
3.      Api-api hitam (Avicennia alba) tumbuh di bagian laut yang lebih tenang di zona terluar atau zona pionir.
4.      R. Mucronata, jenis-jenis kendeka (Bruguiera spp.) dan  kaboa (Aegiceras corniculata) terdapat di bagian lebih ke dalam.
5.      nipah (Nypa fruticans), pidada (Sonneratia caseolaris) dan bintaro (Cerbera spp.) terdapat di dekat tepi sungai yang lebih tawar airnya.
6.      nirih (Xylocarpus spp.), teruntum (Lumnitzera racemosa), dungun (Heritiera littoralis) dan kayu buta-buta (Excoecaria agallocha) terdapat di bagian yang lebih kering di pedalaman hutan didapatkan.






 Sumber : Wikipedia

Rabu, 03 Desember 2014

TERUMBU KARANG DAN MANFAATNYA



TERUMBU KARANG DAN MANFAATNYA

 




Terumbu karang terdiri dari dua kata, yaitu terumbu dan karang. Terumbu dapat diartikan sebagai sebuah endapan batu kapur (kalsium karbonat), yang dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain. Karang dapat diartikan sebagai sejenis hewan yang berasal dari ordo Scleractinia yang mampu menyekresi kalsium karbonat. Selanjutnya, hewan itu dikenal dengan sebutan karang tunggal atau polip. 

Terumbu karang adalah ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis-jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis-jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton. 


Tipe - Tipe Terumbu Karang :

1.      Terumbu Karang Tepi (fringing reefs)

Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter  dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh: Bunaken (Sulawesi), P. Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).

2.      Terumbu karang penghalang (barrier reefs)

Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.52 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh: Great Barrier Reef (Australia), Spermonde (Sulawesi Selatan), Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah).

3.      Terumbu karang cincin (atolls)

Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), dan Mapia (Papua).

4.      Terumbu karang datar/gosong terumbu (patch reefs) 

Terumbu karang yang berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal dan tumbuh dari dasar pemukaan laut hingga atas permukaan laut. Terumbu karang sejenis ini bisa kalian temukan di Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) dan Kepulauan Ujung Batu (Aceh)

Fungsi, Manfaat dan Peran Terumbu Karang terhadap sistem perikanan

Terumbu karang merupakan ekosistem laut dangkal tropis yang paling kompleks dan produktif. Terumbu karang juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan lingkungan, namun tekanan yang dialaminya semakin meningkat seiring dengan penambahan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Tingginya tekanan ini diakibatkan oleh banyaknya manfaat dan fungsi yang disediakan oleh terumbu karang dengan daya dukung yang terbatas, sedangkan kebutuhan manusia terus bertambah sepanjang waktu.

Secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan (feeding & foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis penting. Banyaknya spesies makhluk hidup laut yang dapat ditemukan di terumbu karang menjadikan ekosistem ini sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperlukan di bidang medis dan farmasi.

Manfaat Terumbu Karang :

1. Sumber makanan ikan dan makanan laut lainnya yang mengandung protein tinggi.
2. Melindungi pantai dan penduduk dari hantaman ombak dan arus.
3. Sumber penghasilan bagi nelayan (tangkapan ikan).
4. Kekayaan pariwisata bahari yang berdaya jual tinggi (menyelam, snorkeling).
5. Sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami.
6. Sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian. 





 Sumber : yukiwaterfilter.com